31 Desember 2007

RESENSI BUKU: Da Vinci dari Betawi

Konflik beda generasi. Tema itulah yang diangkat penulis dalam buku ini. Bercerita tentang Rosid, remaja Betawi keturunan Arab yang berayahkan Mansur pria yang sangat konservatif dan teguh memegang ajaran-ajaran para leluhurnya.

Konflik bermula ketika Rosid ngotot mempertahankan rambut kribonya tapi sang ayah tidak menyetujui dan menentangnya karena dengan rambut kribo yang mengembang itu Rosid tidak akan bisa memakai peci yang selama ini ia anggap sebagai bagian dari ajaran agama yang secara turun-temurun telah diwariskan oleh para leluhurnya dan tidak boleh diganggu gugat.

Hal itu membuat Rosid berusaha menyadarkan ayahnya bahwa tradisi berpeci itu hanyalah salah-satu budaya yang tidak ada kaitannya dengan agama. Sang ayah pun tak kalah gencarnya berusaha “menginsyafkan” Rosid dengan berbagai cara. Hubungan ayah dan anak diungkapkan dengan cukup unik dalam novel ini. Kita akan mengetahui bahwa dibalik pembangkangan Rosid dan sikap tak mau kompromi ayahnya ternyata terdapat suatu jembatan yaitu kasih sayang.

Melalui novel ini, penulis seolah mengajak pembaca menjelajahi kota Jakarta, menyusuri tiap jengkal jalan-jalannya dan ikut merasakan suasana ibukota. Buku ini sangat menghibur pembacanya karena dituturkan dengan bahasa yang asyik, mengalir, dan sederhana. Kita akan menemukan sentilan-sentilan lucu yang akan mampu membuat kita tersenyum seperti yang terdapat di halaman 9 dan di halaman 247.

Meski tergolong buku yang lebih menonjolkan sisi entertainmentnya bukan berarti buku ini tak bebrbobot. Dengan mengusung misi toleransi beragama dan antar agama, pembaca dituntut untuk kritis mencerna dan meyikapi ide yang ditawarkan oleh penulis.

Satu yang kurang dari buku ini adalah penggarapan karakter yang kurang matang dan minim detail. Misalnya tokoh Rosid yang digambarkan sebagai pemuda yang kritis dan romantis dalam novel ini hanya dipaparkan sekilas dan datar.

Terakhir. Jika menginginkan bacaan yang menghibur sekaligus bertema berat untuk mengisi waktu luang, maka bacalah buku ini. Paling tidak kita tak perlu mengernyitkan dahi ketika membacanya seperti ketika membaca The Da Vinci Code-nya Dan Brown.

IDENTITAS BUKU

Judul buku : The Da Peci Code

Penulis : Ben Sohib

Penerbit : RAHAT books

Cetakan : Pertama, September 2006

Kedua, Oktober 2006

Halaman : 326 halaman ; 17 cm

-Alhamdulillah, aq dapet novel keren; royalti resensi ini.
-tenkz bwt Widhi Maulana Desangga tuk pinjeman The Da Peci Code, naro resensi ni di BEaST News n novel Bumi Hangus-nya.

Tidak ada komentar: